Senin, 04 Juli 2016

berita bola: Bantahan Madura United soal Sebutan “Anak Emas” PT GTS

Diposting oleh Bola Liga
Bantahan Madura United soal Sebutan “Anak Emas” PT GTS

Bantahan Madura United soal Sebutan “Anak Emas” PT GTS menjadi update berita Sepak Bola Indonesia terkini dari Bolapro.org yang mencoba untuk menyajikan info terbaru seputar Bola Indonesia dan kali ini Bantahan Madura United soal Sebutan “Anak Emas” PT GTS menjadi ulasan yang akan kita bahas. Dapatkan Ragam berita bola Indonesia Uptodate hanya di Bolapro Memang untuk anda yang Pro Bola.

Bantahan Madura United soal Sebutan Anak Emas PT GTS

Nada miring dari beberapa pihak membuat Madura United berang.

Mereka tak terima disebut sebagai “anak emas” PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS), selaku operator TSC 2016.

Penilaian Madura United (MU) jadi “anak emas” PT GTS itu terkait perubahan hukuman laga kandang mereka. Manajer MU Haruna Soemitro dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Tuduhan tersebut berawal dari keputusan diskresi GTS yang sebelumnya menghukum Madura United bermain di luar kandang saat berhadapan dengan Mitra Kukar pada Sabtu (2/7/2016).

Namun, keputusan itu berubah dan Madura United dipersilakan menggunakan Stadion Gelora Bangkalan sebagai home base.

“Tidak benar kalau ada yang bilang hukuman GTS lembek atau mereka takut dengan intervensi Madura United dan Haruna Soemitro,” kata Haruna dengan nada tinggi saat mengklarifikasi tuduhan tersebut.

Keputusan tersebut, menurut Haruna, adalah buah dari protes yang disertai bukti yang dilayangkan oleh manajemen Madura United kepada GTS.

Sebab, panitia pelaksana Madura United sudah melakukan pencegahan sebelum terjadinya insiden menyalanya flare pada 15 Juni 2016.

Dari insiden itu, laga Madura United melawan Persiba Balikpapan terhenti.

“Kami mengajukan diskresi dan punya banyak bukti sudah melakukan banyak upaya pencegahan. Apakah itu salah kalau kami mengajukan protes?” tutur Haruna.

Haruna juga meminta kepada semua klub bahwa saat terkena hukuman, ada fasilitas yang diberikan oleh GTS kepada klub, salah satunya adalah banding.

“Kami mematuhi keputusannya, yang penting juga menggunakan hak bandingnya,” ucapnya.

Protes Haruna kepada GTS menyangkut beberapa aspek jika hukuman tersebut diberlakukan. Salah satunya adalah berdampak pada eksistensi klub, apalagi Madura United tergolong klub baru.

Mereka juga tengah berupaya berkembang untuk menjadi ikon bagi masyarakat Madura.

“Kami ini kan sudah pakai pendekatan industri dan sponsor. Kalau jadwal yang seharusnya home lalu diubah pasti sponsor kecewa. Kalau memang ada hukuman, hukum saja dengan denda,” kata Haruna.

Selain mendapatkan hukuman larangan bermain di kandang, beberapa waktu lalu, GTS juga melayangkan denda kepada MU. Klub ini harus membayar denda sejumlah Rp 50 juta. (Suci Rahayu)



Berita Bola Indo Terbaru | Dari Bolapro

Terima kasih anda telah menyimak berita bola Indonesia yang berjudul Bantahan Madura United soal Sebutan “Anak Emas” PT GTS semoga post di atas belum basi untuk dipublish dihalaman ini.

0 komentar:

Posting Komentar