Minggu, 03 Juli 2016

berita bola: Hobi The Jakmania, Derita Persija

Diposting oleh Bola Liga
Hobi The Jakmania, Derita Persija

Hobi The Jakmania, Derita Persija menjadi update berita Sepak Bola Indonesia terkini dari Bolapro.org yang mencoba untuk menyajikan info terbaru seputar Bola Indonesia dan kali ini Hobi The Jakmania, Derita Persija menjadi ulasan yang akan kita bahas. Dapatkan Ragam berita bola Indonesia Uptodate hanya di Bolapro Memang untuk anda yang Pro Bola.

Hobi The Jakmania, Derita Persija

Sudah jatuh tertimpa tangga, hal itu yang dialami oleh Persija Jakarta terkait kasus suporter dengan Kepolisian. Selain dijatuhi hukuman lebih berat, mereka juga diwajibkan membayar denda senilai Rp 100 juta. Tidak hanya itu, Macan Kemayoran juga sudah dinyatakan kalah dengan skor 0-3 kala menjamu Sriwijaya FC pada Jumat (24/6) lalu. Kemudian The Jakmania diharuskan membayar Rp 50 juta akibat insiden kerusuhan tersebut.

Presiden Persija Jakarta, Ferry Paulus, mengatakan akibat kasus kerusuhan antara the Jakmania dengan pihak kepolisan tersebut Persija mengalami kerugian terbesar. Sebelumya Persija Jakarta sudah dua kali mendapatkan sanksi berupa denda materi akibat The Jakmania menyalahkan flare. Pertama mereka harus mengeluarkan kocek Rp 16 juta, kedua kalinya sebanyak Rp 30 juta karena pelanggaran yang dibuat the Jakmania.

Namun hukuman yang dijatuhkan PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS) kepada Persija tak membuat Tthe Jakmania menghentikan hobinya membakar flare dan petasan di tengah pertandingan. Tentu saja hobi mereka membuat Persija menderita karena sanksi yang datang bertubi-tubi. “Saya harap ini menjadi pelajaran bagi the Jakmania dan juga Persija. Ini merupakan denda terbesar yang pernah dialami oleh Persija. Tentu sangat memberatkan bagi kami,” keluh Ferry beberapa waktu lalu.

Untuk saat ini, hukuman yang dijalani Persija selain yang disebutkan di atas adalah mereka dilarang menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) selama enam laga. Kemudian The Jakmania juga diharamkan menggunakan atribut dan juga yel-yel the Jakmania selama Indonesia Soccer Championship (ISC) A berlangsung.

Selain terancam Komdis, Persija Jakarta dituntut mengganti semua kerugian akibat kerusuhan pada Jumat (24/6) lalu, bersama dengan PT GTS selaku penanggungjawab turnamen. Bahkan mereka mengaku telah mengganti ganti rugi kepada sebagian korban kerusuhan. Disebutnya, bahwa kerugian ini merupakan yang terbesar dari Persija. Selain itu Macan Kemayoran juga siap menerima sanksi dari Komdis dengan legowo.

Sementara itu, Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Bobby Kusumahadi mengaku pihaknya berniat melakukan banding terkait denda tersebut. Sebab bagaimanapun juga disebutnya Persija bakal mengalami kerugian besar mengingat Persija sudah tidak lagi bermarkas di SUGBK selama sisa ISC A. “Denda ini tentunya sangat memberatkan kami. Karena kami sudah keluar uang banyak untuk mengganti kerugian di GBK, belum lagi beberapa kendaraan yang rusak,” kata Bobby.

Direktur Utama PT GTS, Joko Driyono. Mengaku dirinya tidak memiliki andil dalam mengambil keputusan Komdis soal sanksi Persija. Menurutnya, keputusan sanksi Persija murni merupakan hak Komdis. Namun disebutbya, Persija masih bisa mengajukan banding atas hukuman yang diterima the Jakmania, begitu pun sanksi terhadap panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persija. ”Kami persilakan Persija mengajukan banding kepada Komisi Banding terhadap keputusan yang dikeluarkan komdis,” tutur Joko.

Untuk mengantisipasi insiden serupa, PT GTS sendiri bakal mengambil alih pengamanan laga-laga besar ISC A. Hal ini dilakukan agar kerusuhan suporter tidak terjadi lagi di sisa turnamen. Disamping itu, juga sebagai bentuk keseriusan PT GTS dalam memperbaiki kualitas turnamen yang diselenggarakannya. Namun tidak semua partai besar ISC A diambil alih.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT GTS, Joko Driyono. Pertandingan yang akan diambil alih diantaranya Persija Jakarta versus Persib Bandung, Pusamania Borneo FC versus Persiba Balikpapan, Arema Cronus versus Persib, dan Persija versus Arema. “Kami bakal ambil alih pengamanan di pertandingan terpilih. Ini upaya keseriusan kami agar pertandingan bisa lebih baik lagi,” kata pria yang diakrab Jokdri itu menambahkan.

Menurutnya, pengamanan pertandingan itu terkait dengan beberapa kericuhan yang terjadi di beberapa pertandingan. PT GTS tidak mau ada kejadian-kejadian kericuhan yang terjadi lagi pada pertandingan ke depan. Terakhir, terjadi pada saat laga antara Persija versus Sriwijaya FC Jumat (24/6) lalu. Akibat kerusuhan tersebut, selain memakan banyak korban juga merugikan klub.



Berita Bola Indo Terbaru | Dari Bolapro

Terima kasih anda telah menyimak berita bola Indonesia yang berjudul Hobi The Jakmania, Derita Persija semoga post di atas belum basi untuk dipublish dihalaman ini.

0 komentar:

Posting Komentar